Profil Pemerintah Desa

Sejarah Desa

Jejak peradaban dari era Majapahit, perjuangan masa kolonial, hingga menjadi desa berbudaya di masa kini.

Garis Waktu

Rekam Jejak Desa Mentoro

"Menggali masa lalu sebagai fondasi kokoh untuk melangkah dan membangun masa depan desa yang lebih maju serta berbudaya."

1

1 Jejak Era Majapahit

Pada zaman Kerajaan Majapahit, wilayah Mentoro diyakini sebagai daerah perairan atau muara tempat bersandarnya kapal-kapal tamu kerajaan. Hal ini dibuktikan dengan berbagai situs sejarah yang ditemukan di desa ini:

Situs Cancang Menturo Sebuah batu kotak besar yang menancap di tanah, diyakini sebagai tempat mengikat kapal (Cancang Kapal) pada masa itu.
Pesanggrahan Ratu Champa Catatan almarhum Gus Dur menyebutkan desa ini pernah menjadi pesanggrahan R.R. Handarawati, istri Prabu Brawijaya V.
Kedung Bajul & Batu Kawi Ditemukannya Kedung Bajul dan situs batu bertuliskan huruf Jawa Kawi kuno.
Kuburan Dowo Makam panjang yang dipercaya sebagai makam pendekar Majapahit penjaga pintu masuk muara.
2

2 Babat Alas & Masa Kolonial

Kisah Heroik Ki Ronopati

Masyarakat mengenal Ki Ronopati sebagai tokoh pembabat alas Desa Mentoro. Beliau hidup di masa penjajahan Belanda dan terkenal akan perlawanannya. Menurut cerita turun-temurun, beliau dihukum gantung sebanyak dua kali oleh Belanda. Pada eksekusi pertama, beliau lolos karena tali gantungan putus. Beliau wafat pada eksekusi yang kedua.

"Untuk menghormati jasa beliau, nama Ki Ronopati kini diabadikan sebagai nama jalan utama di Desa Mentoro."

3

3 Era Modern & Identitas Budaya

Kampung Martabak

Di era modern, Mentoro dikenal sebagai "Kampung Martabak". Julukan ini lahir karena sebagian besar warganya berprofesi sebagai pedagang martabak yang menyebar ke berbagai daerah.

Pusat Pengajian Nasional

Desa ini termasyhur secara nasional sebagai pusat diselenggarakannya majelis ilmu Padhangmbulan yang diasuh oleh cendekiawan muslim ternama, almarhum Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).