Festival Martabak Mentoro
Desa Mentoro, sebuah desa kecil di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, memiliki tradisi unik yang selalu dinanti setiap tahunnya, yaitu Festival Martabak. Acara tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Agustus ini menjadi simbol kebersamaan, wujud rasa syukur, sekaligus identitas utama Desa Mentoro yang kini populer dengan julukan Kampung Martabak.
1. Latar Belakang: Lahirnya Julukan "Kampung Martabak"
Penyelenggaraan Festival Martabak tak lepas dari maraknya profesi pedagang martabak di Desa Mentoro. Kepala Desa Mentoro, Mahfudz Efendi, mencatat setidaknya terdapat sekitar 125 pedagang martabak asal Mentoro dengan lapak usaha yang tersebar di wilayah Kabupaten Jombang dan sekitarnya (seperti Mojokerto, Mojoagung, hingga Ploso).
Rintisan ekonomi ini bermula dari kisah almarhum H. Ruslan yang merantau ke Surabaya dan belajar membuat martabak bersama warga keturunan India. Keterampilan tersebut kemudian ditularkan secara berantai kepada para pemuda desa hingga melahirkan ratusan pedagang dan pekerja martabak. Maraknya profesi ini menggugah Pemdes Mentoro untuk makin menggaungkan potensi lokal desa melalui sebuah kegiatan perayaan bersama.
2. Tujuan dan Filosofi Festival Martabak
Festival Martabak digelar atas inisiatif dan kerja sama antara Pemerintah Desa (Pemdes) Mentoro dan para pedagang martabak lokal. Ada dua filosofi utama di balik tradisi tahunan ini:
- Wujud Rasa Syukur: Festival ini menjadi wadah ungkapan syukur para pedagang atas rezeki dan keberkahan usaha yang mereka dapatkan selama satu tahun penuh.
- Bentuk Sedekah Desa: Acara ini ditujukan sebagai sarana bersedekah kepada seluruh warga Desa Mentoro. Kepala Desa Mentoro menekankan pentingnya acara ini agar jangan sampai ada warga di Kampung Martabak yang justru belum pernah merasakan martabak buatan tetangganya sendiri.
3. Penyelenggaraan dan Daya Tarik Acara
Festival Martabak diselenggarakan dengan semangat gotong royong antar pedagang, dibantu oleh anggaran Dana Berkadang serta dukungan sponsor. Pada penyelenggaraan tahun 2024, festival tahunan ini telah memasuki tahun ketujuh.
Beberapa keunikan dan daya tarik dalam pelaksanaan Festival Martabak meliputi:
- Pembagian Martabak Gratis untuk Warga: Pada konsep utamanya, martabak dibagikan secara gratis kepada masyarakat desa, di mana setiap Kepala Keluarga (KK) mendapatkan satu paket martabak.
- Tetap Berjalan Saat Pandemi: Komitmen pelaksanaan festival ini sangat kuat. Bahkan saat masa pandemi COVID-19, festival tetap berlangsung dengan mekanisme mengantarkan paket martabak secara langsung ke rumah-rumah warga.
- Daya Tarik Wisata Kuliner Murah: Seiring berjalannya waktu, keberadaan festival ini mulai menarik perhatian warga dari luar Desa Mentoro. Untuk mengakomodasi pengunjung dari luar desa, Pemdes dan para pedagang sepakat untuk menjual martabak dengan harga yang sangat murah selama event berlangsung.
Kesimpulan
Festival Martabak di Desa Mentoro bukan sekadar perayaan kuliner biasa, melainkan bentuk tradisi gotong royong dan ekspresi terima kasih warga atas rezeki yang diperoleh dari usaha martabak. Lewat ajang tahunan setiap bulan Agustus ini, Pemdes Mentoro dan masyarakatnya berhasil memperkuat solidaritas warga sekaligus memperkokoh citra Desa Mentoro sebagai Kampung Martabak di Kabupaten Jombang.
Detail Informasi
Galeri Kegiatan