KKN UNWAHA Desa Mentoro Perkenalkan Alat Penebar Pupuk Sederhana untuk Mendukung Produktivitas Pertanian
Mentoro, Sumobito – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Kelompok 13 Desa Mentoro menggelar program kerja bidang pertanian bertajuk “Sosialisasi dan Demonstrasi Alat Penebar Pupuk Sederhana” pada 30 Juli 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Tani (Poktan), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta perangkat Desa Mentoro sebagai upaya bersama mendorong efisiensi proses pemupukan di lahan pertanian.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya petani yang melakukan pemupukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang besar, terutama bagi petani lanjut usia. Selain itu, cara penebaran pupuk dengan tangan sering kali menghasilkan distribusi yang kurang merata, sehingga berpotensi mengurangi efektivitas pemupukan.
Sebagai solusi, mahasiswa KKN memperkenalkan alat penebar pupuk sederhana yang dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh, seperti pipa PVC dan beberapa komponen sederhana lainnya. Alat tersebut dirancang agar praktis, hemat biaya, mudah dibuat, serta dapat direplikasi secara mandiri oleh para petani.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai pentingnya penerapan teknologi tepat guna dalam sektor pertanian. Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan alat, praktik langsung penggunaannya, hingga uji coba di lahan pertanian. Melalui metode partisipatif ini, para petani tidak hanya menyaksikan prosesnya, tetapi juga terlibat secara langsung dalam perakitan dan pengoperasian alat.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung melalui diskusi interaktif bersama mahasiswa dan narasumber. Para petani memperoleh pemahaman mengenai cara penggunaan, perawatan, serta potensi pemanfaatan alat tersebut pada musim tanam berikutnya.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat penebar pupuk sederhana mampu mendukung proses pemupukan yang lebih efisien, presisi, dan merata. Selain membantu menghemat waktu dan tenaga, desain alat yang ergonomis juga diharapkan dapat mengurangi beban fisik petani saat melakukan pemupukan. Program ini sekaligus menjadi sarana transfer pengetahuan yang mendorong kemandirian petani dalam mengadopsi inovasi teknologi tepat guna di bidang pertanian.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNWAHA berharap inovasi sederhana tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Gapoktan dan Poktan Desa Mentoro, serta menjadi langkah awal menuju praktik pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan demi meningkatkan produktivitas pertanian desa.